Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini bagi Anak

Pentingya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Anak 

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, sehingga setiap anak berhak mendapatkannya. Melaui pendidikan inilah karakter serta ilmu pengetahuan diajarkan kepada anak, khususnya karakter anak. Pembentukan karakter adalah salah satu pendidikan yang wajib diberikan pada anak sejak usia dini. Usia tersebut adalah masa – masa emas atau biasa disebut golden age bagi anak, yaitu rentan usia dari 0-6 tahun.

Saat ini, para orang tua sangat sudah terlihat lebih peduli dengan pendidikan anak, mereka berlomba – lomba menyekolahkan anak mereka di sekolah – sekolah favorit. Akan tetapi mereka tidak sadar, bahwa banyak dari mereka yang melewatkan jenjang pendidikan pertama yaitu, Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD. Kebanyakan dari mereka langsung memasukan anak ke Taman Kanak – Kanak atau TK, karena PAUD memang masih terbilang baru di sebagian kalangan masyarakat. Padahal, jenjang ini adalah jenjang pendidikan yang sangat penting, seperti disebutkan sebelumnya bahwa anak dalam pendidikan usia dini berada pada umur keemasan yaitu sebelum empat tahun. Setelah itu mereka siap menerima pelajaran yang di ajarkan dijenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pada masa ini anak dapat menerima pelajaran dengan mudah. Hal ini dikarenakan otak anak sedang mengalami perkembangan yang bagus sehingga mudah untuk diajarkan sesuatu. Namun, orang tua perlu waspada ketika anak dalam usia golden age ini karena mereka belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, segala macam informasi mereka serap secara mentah sehingga akan lebih baik jika para orang tua memperhatikan mereka dengan lebih hati – hati.

Pendidikan anak sejak usia dini tidak hanya bisa dilakukan oleh orang tua semata, akan tetapi bisa juga di lakukan oleh guru atau orang yang bekerja di instansi khusus pendidikan anak usia dini. Meskipun begitu, orang tua adalah orang yang paling berperan dalam pendidikan anak usia dini karena merekalah orang yang paling dekat dengan mereka, selain itu intensitas pertemuan mereka juga paling tinggi sehingga peran orang tua sangatlah penting. Dapat kita lihat di sekitar kita, apabila seorang anak memiliki orang tua yang sibuk sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk anak – anak mereka maka terdapat kemungkinan bahwa anak tersebut tidak terdidik Hal ini berbanding terbalik dengan mereka yang orang tuanya perhatian, ada kemungknan anak tersebut akan menjadi orang yang sukses.

Selain peran orang tua, ada juga peran sekolah, kini ada banyak sekali sekolah yang mengkhususkan pendidikan anak usia dini atau PAUD. Sekolah – sekolah ini mengajarkan banyak hal, seperti kreativitas, karakter, serta kognitif. Hal ini sangat bagus mengingat usia mereka yang sedang dalam masa keemasan, dan kondisi otak yang masih kosong dan polos. 

Berdasarkan uraian-uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa masa golden age pada anak terbilang cukup sangat penting bagi tumbuh dan berkembang anak-anak. Oleh karena itu para orang tua sebaiknya memberikan pendidikan yang memadai ketika anak merka berada di usia ini dan salah satu caranya adalah dengan memberikannya pendidikan anak usia dini

Analisis Pentingnya Memahami Karakteristik Peserta Didik Dalam Menentukan Konsep…

Menganalisis merupakan kegiatan yang bagus untuk dilakukan, khususnya menganalisis peserta didik. Analisis peserta didik kemampuan adalah kegiatan mengidentifikasi peserta didik dalam hal kebutuhan dan karakteristik untuk menentukan perilaku atau tujuan dan spesifikasi bahan dan kualifikasi.Interaksi antara guru dan siswa, siswa dan lainnya tidak lagi sepihak tetapi lebih emosional dan simpatik atau interaktif hubungan melalui pengajaran dan proses pembelajaran. Siswa tidak lagi objek pendidikan tetapi telah direduksi menjadi polarisasi pemikiran oleh menyatakan bahwa siswa sebagai siswa, menyenangkan dan proses interaksi yang menarik membuat belajar efektif.

Karakteristik peserta didik dapat didefinisikan sebagai ciri dari kualitas perorangan, sehingga peserta didik umumnya meliputi kemampuan akademik, usia, tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, keterampilan, prikomotorik, kemampuan kerjasama, serta kemampuan sosial.

Oleh sebab itu, kasus yang sering terjadi dilapangan seorang Guru mungkin kesulitan untuk membaca karakteristik meski sudah melakukan analisis kemampuan awal. Hal tersebut terjadi karena situasi yang masih baru, terkadang siswa yang pintar karena mereka belum nyaman dengan lingkungannya, masih malu-malu membuat siswa tersebut belum menunjukan karakternya, tetapi dengan seiringnya waktu kita membuat lingkungan kelas nyaman mencoba metode metode pembelajran lebih aktif dan disenangi oleh siswa, maka karakter setiap siswa akan terlihat, mana yang aktif dan mana yang tidak aktif dalam.proses pembelajaran.

Dikutip dari buku interaksi dan motivasi belajar mengajar karya Sadirman (2011) menyebutkan ada tiga macam karakteristik peserta didik yang harus diperhatikan yaitu :  (1) Karakteristik yang berkaitan dengan kemampuan awal siswa, contohnya kemampuan intelektual dan berpikir; (2) Karakteristik yang berhubung dengan latar belakang dan status sosial siswa; (3) Karakteristik yang berkaitan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian misalnya sikap, perasaan dan minat.

Selain itu karakteristik yang perlu dipahami dari segi faktor usia peserta didik akan berpengaruh terhadap pemilihan pendekatan pembelajaran yang akan dilakukan. Saat seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 1 masih senang dengan pembelajaran seperti Sekolah Dasar (SD) karena mereka masih memiliki pola pikir peralihan dari kanak-kanak menuju remaja seperti mengkombinasikan banyak game didalam pembelajaran agar lebih semangat, menggambar, dan bernyanyi. Oleh karena itu, berbeda dengan siswa tingkat akhir yang sudah memasuki masa remaja, tentu metode pembelajaran yang digunakan akan berbeda kembali disesuaikan dengan karakter usia siswa yang sudah memasuki masa remaja contoh dengan mengajak menganalisis suatu fenomena yang ada di intenet dengan membuat vidio yang kekikinan seperti tiktok, vlog, dan jurnal.

      
Adapaun manfaat dari memahami karakteristik peserta didik yaitu mendapatkan gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal; mengetahui jenis pengalaman yang dimiliki oleh siswa; mengatahui latar balakang sosial dan budaya siswa; mendapatkan informasi tentang tingkat pertumbuhan dan pekembangan siswa baik jasmani maupun rohani, serta mengetahui tingkat penguasaan pengatahuan yang sudah diperoleh oleh peserta didik sebelumnya.

Maka pentingnya memahami karakteristik siswa dalam menentukan konsep belajar akan berdampak pada : (1) optimalisasi pencapaian tujuan pembelajaran; (2) membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak; (3) Mempermudah anak untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya; (4) mempermudahkan guru dan orang tua atau pihak yang berkepentingan untuk mendiagnosis anak, apabila anak memiliki masalah-masalah tertentu; (5) mempermudah anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Selain itu akan mempermudah siswa dalam memahami mata pelajaran yang diajarkan dan prestasi siswa juga akan meningkat dengan pemilihan konsep belajaran yang tepat.

pendekatan pembelajaran yang akan dilakukan. Saat seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 1 masih senang dengan pembelajaran seperti Sekolah Dasar (SD) karena mereka masih memiliki pola pikir peralihan dari kanak kanak menuju remaja seperti menyelingkan banyak game didalam pembelajaran agar lebih semangat, berbeda dengan siswa tingkat akhir yang sudah memasuki masa remaja, tentu metode pembelajaran yang digunakan akan berbeda kembali disesuai dengan karakter usia siswa yang sudah memasuki masa remaja contoh dengan mengajak menganalisis suatu fenomena yang ada di intenet dengan membuat vidio yang kekikinan seperti tiktok, vlog, dan lainnya.

Adapaun manfaat dari memahami karakteristik peserta didik yaitu mendapatkan gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal; mengetahui jenis pengalaman yang dimiliki oleh siswa; mengatahui latar balakang sosial dan budaya siswa; mendapatkan informasi tentang tingkat pertumbuhan dan pekembangan siswa baik jasmani maupun rohani, serta mengetahui tingkat penguasaan pengatahuan yang sudah diperoleh oleh peserta didik sebelumnya.

Maka pentingnya memahami karakteristik siswa dalam menentukan konsep belajar akan berdampak pada : (1) optimalisasi pencapaian tujuan pembelajaran; (2) membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak; (3) Mempermudah anak untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya; (4) mempermudahkan guru dan orang tua atau pihak yang berkepentingan untuk mendiagnosis anak, apabila anak memiliki masalah-masalah tertentu; (5) mempermudah anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Selain itu akan mempermudah siswa dalam memahami mata pelajaran yang diajarkan dan prestasi siswa juga akan meningkat dengan pemilihan konsep belajaran yang tepat.

pendekatan pembelajaran yang akan dilakukan. Saat seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 1 masih senang dengan pembelajaran seperti Sekolah Dasar (SD) karena mereka masih memiliki pola pikir peralihan dari kanak kanak menuju remaja seperti menyelingkan banyak game didalam pembelajaran agar lebih semangat, berbeda dengan siswa tingkat akhir yang sudah memasuki masa remaja, tentu metode pembelajaran yang digunakan akan berbeda kembali disesuai dengan karakter usia siswa yang sudah memasuki masa remaja contoh dengan mengajak menganalisis suatu fenomena yang ada di intenet dengan membuat vidio yang kekikinan seperti tiktok, vlog, dan lainnya.

Oleh karena itu, manfaat dari memahami karakteristik peserta didik yaitu mendapatkan gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal; mengetahui jenis pengalaman yang dimiliki oleh siswa; mengatahui latar balakang sosial dan budaya siswa; mendapatkan informasi tentang tingkat pertumbuhan dan pekembangan siswa baik jasmani maupun rohani, serta mengetahui tingkat penguasaan pengatahuan yang sudah diperoleh oleh peserta didik sebelumnya.

Maka pentingnya memahami karakteristik siswa dalam menentukan konsep belajar akan berdampak pada : 

 1.optimalisasi pencapaian tujuan pembelajaran.
 2.membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
 3.Mempermudah anak untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya.
4.mempermudahkan guru dan orang tua atau pihak yang berkepentingan untuk mendiagnosis anak, apabila anak memiliki masalah-masalah tertentu.
 5.mempermudah anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Selain itu akan mempermudah siswa dalam memahami mata pelajaran yang diajarkan dan prestasi siswa juga akan meningkat dengan pemilihan konsep belajaran yang tepat.

Maka sebagai seorang guru harus mampu beradaptasi berusaha memahami karakteristik peserta didik. Guru yang cerdas akan mengembangkan berbagai cara agar peserta didik nyaman dalam belajar serta akan dijadiakan sosok guru yang asik di mata para peserta didiknya.

PENDIDIKAN MORAL ATAU AKHLAK; MEMBANGUN LANDASAN BUDAYA

Pendidikan Islam pada intinya adalah wahana pembentukan manusia yang moralitas tinggi. Di dalam ajaran Islam, moral atau akhlak tidak dapat dipisahkan dari keimanan. Keimanan merupakan pengakuan hati. Akhlak adalah pantulan iman yang berupa perilaku, ucapan, dan sikap atau dengan kata lain akhlak adalah amal saleh. Iman adalah maknawi (abstrak) sedangkan akhlak adalah bukti keimanan  dalam bentuk perbuatan yang dilakukan dengan kesadaran dan karena Allah semata.

Berkaitan dengan pernyataan di atas bahwa akhlak tidak akan terpisah dari keimanan, dalam al-Qur’an juga sering dijelaskan bahwa setelah ada pernyataan “orang-orang yang beriman,” maka langsung diikuti oleh “beramal saleh.” Dengan kata lain, amal saleh adalah manifestasi akhlak yang merupakan perwujudan dari keimanan seseorang. Pemahaman moralitas dalam bahasa aslinya dikenal dengan dua istilah yaitu al akhlak al karimah dan al akhlak al mahmudah. Keduanya memiliki pemahaman yang sama yaitu akhlak yang terpuji dan mulia, semua prilaku baik, terpuji, dan mulia yang diridhoi Allah SWT.

SMP IT Al-Ghazali Islamic Boarding School para santri dibekali dengan hafalan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup membangun santri madani, dengan mengedepankan pemahaman moralitas yang tinggi sebagai penunjang kehidupan milenium di abad 21. Dalam kata lain, sekolah membentuk lulusan yang handal dalam semua aspek, baik dari segi dunia dan akhirat. Duniawi, mereka dibekali dengan berbagai macam kemampuan yang dimiliki seperti Bahasa, IT, keterampilan/skill, dan Entrepreneur sebagai cikal bakal mereka di masanya.  Dengan didokrinisasi agama (akhlak) bahwa itu semua bukan tujuan hidup akan tetapi itu semua sebagai alat untuk menuju kesuksesan abadi (akhirat).

Setelah memahami dan menghayati akhlak yang mulia, selanjutnya perlu usaha yang sungguh-sungguh menerapkannya  dalam kehidupan sehari-hari agar membudaya. Semua proses ini  yang paling strategis adalah melalui pendidikan, SMP IT Al-Ghazali Islamic Boarding School dalam konteks ini terus berusaha dan berfikir  agar selalu mengedepankan pendidikan yang bernuansa Islami.

Oleh : Ahmad Fauzi M., S.Pd.I (Wakasek Kesiswaan)

Ketika Anak Yang Soleh Lupa Berdoa

Ingat maupun tidak, tapi hadist mengenai anak soleh akan mendoakan orangtua, atau anak yang soleh doanya dikabulkan dan akan menolong orangtua ketika di akhirat kelak sangat familiar ditelinga bu Nisa.

Orang tua mana yang tidak mau punya anak yang soleh, segala cara terus dilakukan untuk mendapatkan anak yang soleh. Baik menyekolahkan ditempat yang mahal, yang agamanya bagus, sampai mengantar jauh keluar kota untuk mendapatkan anak yang soleh.

Ya,anak yang soleh harus diupayakan dan sudah merupakan kewajiban orangtua untuk men-solehan anaknya dengan cara yang benar.

Belajarlah anak yang soleh ini, dengan segenap kemampuannya, tawa riangnya membuat dia mampu atau tidak mampu menjadi anak yang soleh. Ada anak yang sebentar saja langsung menjadi soleh, ada anak yang lama sekali baru soleh, ada juga anak yang dipukulin dulu baru soleh. Ada juga anak yang setelah ibu atau ayahnya meninggal baru soleh, memyesal dan teringat semua kata-kata dan nasehat orang tua-nya ketik masih hidup. Selain itu, ada juga anak yang sama sekali tidak soleh, atau gagal menjadi anak yang soleh, bahkan mental dan membenci semua yang berbau Islam, berbau agama, naudzubillhmindzalika.



Orangtua memang harus lelah untuk menjadikan anaknya soleh, bahkan bagi oangtua yang sudah bersusah payah menjadikan anaknya soleh; berdoa setia malam, dan mendatangkan guru dan ustad untuk mengajari anaknya dengan harapan dapat mensolehkan anaknya. Namun, ternyata anak soleh tidak kunjung juga didapatkan, jangan bersedih hati, percayalah Allah tidak tidur.

Panci yang dipakai untuk masak rendang berhari-hari, tentu saja dasar panci akan mengeras dan berwarna hitam, walau akhirnya dipakai untuk sup sekalipun, sang panci tetap berwarna hitam bekas rendang. Maka walau anak yang soleh pada akhirnya tidak sesoleh yang diinginkan, semua pelajaran dan pendidikan untuk mensolehkan anak itu, tetap membekas dalam lubuk hatinya dalam pikirannya, dalam bawah sadarnya. Gerakan sholat yang pernah diajarkan, setiap kebaikan yang selalu dibisikkan, keinginan berbuat baik, ilmu-ilmu tersebut sudah tertanam dan membekas dalam dirinya! Hanya saja lingkungan yang akan mempengaruhinya, bila lingkungan buruk dan kurang nuansa agama, maka akan membuat sang anak tetap soleh dengan versi berbeda. Misal; anak yang dulunya dipesantren lalu menjadi artis sinetron atau penyanyi, maka lagu-lagu yang dibawakan masih religius, tidak liar juga, walau Iingkungannya adalah lingkungan perfileman/entertainment. Namun, keinginan untuk menjadi orang baik dalam lingkungan tersebut tetap ada, masih ada rambu- rambu dalam dirinya. Tidak ada kata sia-sia dalam mendidik anak yang soleh, yang sia sia adalah bila tidak mendidik.

Hanya saja yang suka lupa didengungkan para guru dan orangtua terhadap anaknya adalah menanamkan kebiasaan mendoakan orangtua, bukan dengan doa yang rutin; Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.” Namun, doa yang betul-betul untuk orang tua yang dihayati dan dipahami, dan menanamkan betapa pentingnya arti doa kita bagi orangtua. Doa anak yang soleh bukan doa anak biasa, pertama soleh dulu, kedua adab berdoa dan pentingnya doa tersebut, kalau perrlu sebuah sekolah bagus juga bila mengadakan rutinitas pagi berupa doa bagi orangtua, dimana anak-anak diajarkan dulu menulis dan berpikir doa apa yang sebaiknya dilantunkan buat orangtua.

Tiga hari lagi bu Nisa ulang tahun, dan yang dipikirkannya bukan hadiah dari anak-anak berupa kado ini atau kado itu, tetapi berupa doa yang sudah disiapkn anak-anak sejak minggu lalu, doa yang berkualitas bukan doa yang dihafal beramai-ramai didalam kelas. Doa spesifik yang hanya anak kita lantunkan untuk orang tua tersayangnya.