{"id":590,"date":"2023-01-19T02:45:48","date_gmt":"2023-01-19T02:45:48","guid":{"rendered":"http:\/\/aghis.sch.id\/?p=590"},"modified":"2023-01-19T02:45:48","modified_gmt":"2023-01-19T02:45:48","slug":"50-contoh-syair-berbagai-tema-dan-penuh-makna-lengkap","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/2023\/01\/19\/50-contoh-syair-berbagai-tema-dan-penuh-makna-lengkap\/","title":{"rendered":"50 Contoh Syair Berbagai Tema dan Penuh Makna, Lengkap!"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"700\" height=\"395\" src=\"http:\/\/aghis.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-anak-membaca-puisi-atau-syair_169.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-591\" srcset=\"http:\/\/aghis.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-anak-membaca-puisi-atau-syair_169.jpeg 700w, http:\/\/aghis.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-anak-membaca-puisi-atau-syair_169-300x169.jpeg 300w, http:\/\/aghis.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-anak-membaca-puisi-atau-syair_169-206x116.jpeg 206w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br>&#8211; Syair merupakan salah satu bentuk karya sastra yang kini banyak digemari masyarakat luas, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Menurut e-book Ensiklopedia Perkembangan Bahasa Indonesia: Kesusastraan Indonesia karya Yunus Syam, dkk, syair adalah puisi atau karangan yang berbentuk cerita dan sangat mementingkan irama sajak yang terkandung di dalamnya.<br>Syair ini hampir mirip sebenarnya dengan puisi, karena sejatinya, syair merupakan salah satu jenis puisi lama. Untuk kamu yang sedang bingung mencari contoh syair, berikut 50 contoh syair dengan berbagai macam tema dan makna yang berbeda-beda untuk kamu jadikan referensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Berbagai Tema<br>Sebelum masuk ke contoh syair, ada baiknya kita mengenal lebih dalam mengenai karya sastra satu ini. Syair dapat dibagi menjadi 5 golongan berdasarkan isinya, yakni sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Syair Sejarah<br>Syair sejarah merupakan syair yang didasarkan pada peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi, sehingga mayoritas isinya adalah mengenai peperangan. Contoh syair sejarah adalah Syair Perang Mengkasar, yang mengisahkan perang antara orang Makassar dengan penjajah Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Syair Panji<br>Syair panji adalah syair yang menggambarkan kehidupan di dalam istana beserta orang-orang di dalamnya. Contoh syair panji adalah Syair Ken Tambuhan, yang mengisahkan seorang putri yang dijadikan persembahan kepada Ratu Kauripan.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Syair Agama<br>Syair agama adalah syair yang mengandung pesan-pesan agama di dalamnya. Syair agama dibagi menjadi 4 jenis, yakni syair sufi, syair nasihat, syair tentang ajaran Islam, dan syair riwayat cerita nabi.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Syair Romantis<br>Syair romantis adalah syair yang berisi kisah cinta. Contoh syair romantis adalah Syair Bidasari yang mengisahkan tentang putri raja yang dibuang dan kembali ditemukan oleh Putra Bangsawan pada akhirnya.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Syair Kiasan<br>Syair kiasan merupakan syair yang mengisahkan percintaan antara bunga, buah, burung, ikan, dan lain-lain. Syair ini bisa berisi kiasan maupun sindiran terhadap peristiwa khusus. Contoh syair kiasan adalah Syair Burung Pungguk.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mengenal jenis-jenis syair, berikut beberapa contoh syair dalam berbagai tema dan makna yang berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Cinta<br>Dilansir dari e-book Membina Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Indonesia karya Tika Hatikah, Mulyanis, dkk dan e-book Bahasa Indonesia untuk Kelas IX Sekolah Menengah Pertama karya Agus Supriatna, contoh syair dengan tema romantis adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Syair Bidasari<br>Dengarlah kisah suatu riwayat<br>Raja di desa negeri Kembayat<br>Dikarang fakir dijadikan hikayat<br>Dibuatkan syair serta berniat<\/p>\n\n\n\n<p>Ada raja sebuah negeri<br>Sultan Agus bijak bestari<br>Asalnya baginda raja yang bahari<br>Melimpahkan pada dagang biaperi<\/p>\n\n\n\n<p>Kabar orang empunya termasa<br>Baginda itulah raya perkasa<br>Tiada Ia merasai sengsara<br>Entah kepada esok dan lusa<\/p>\n\n\n\n<p>2. Syair Abdul Muluk<br>Berhentilah kisah raja Hindustan<br>Tersebutlah pula suatu perkataan<br>Abdul Hamid Syah Paduka Sultan<br>Duduklah Baginda bersuka-sukaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Abdul Muluk putera Baginda<br>Besarlah sudah bangsa muda<br>Cantik menjelis usulnya syahda<br>Tiga belas tahun umurnya ada<\/p>\n\n\n\n<p>Parasnya elok amat sempurna<br>Petak majelis bijak laksana<br>Memberi hati bimbang gulana<br>Kasih kepadanya mulia dan hina<\/p>\n\n\n\n<p>3. Contoh Syair Cinta 3<br>Dia telah menanam cinta<br>Serta rasa mendalam hati dan jiwa<br>Membuat gundah yang mengalaminya<br>Gelisah dan akhirnya dirasa<\/p>\n\n\n\n<p>Dia juga telah mengukir nama<br>Terlukis hebat di dalam jiwa<br>Rindu jadi selalu membawa<br>HAti terbakar gegara asmara<\/p>\n\n\n\n<p>Tak perlulah kau menabur cinta<br>Ini hanya akan membuat luka<br>Jika akhirnya kita tak bersama<br>Tak seperti janji kita saat kala<\/p>\n\n\n\n<p>4. Contoh Syair Cinta 4<br>Cinta membuatku tertambat padamu<br>Hati juga dipenuhi rasa rindu<br>Rasa ingin terus bertemu<br>Untuk menyejukkan netraku<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin begini harusnya cinta<br>Jalan berliku berdamping cerita<br>Pastilah terkenang sepanjang masa<br>Mungkin kan abadi selamanya<\/p>\n\n\n\n<p>5. Contoh Syair Cinta 5<br>Kau demikian sempurna<br>Bak cincin berhiaskan permata<br>Tiada cacat tiada luka<br>Memandammu menyejukkan netra<\/p>\n\n\n\n<p>Tak ada daya pada diri yang biasa<br>Merasa cinta pada sang bijaksana<br>Cukuplah tahukan diri sahaja<br>Yang tak layak bersanding dengannya<\/p>\n\n\n\n<p>6. Contoh Syair Cinta 6<br>Dan mungkin kita ditakdirkan<br>Bukan untuk saling memiliki<br>Hanya sebagai kekasih<br>Dan kenangan dalam hati<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Kiasan<br>Contoh syair kiasan adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Syair Burung Pungguk<br>Dengarlah Tuan mula rencana<br>Disuratkan oleh dagang yang hina<br>Karangan janggal banyak tak kena<br>Daripada paham belum sempurna<\/p>\n\n\n\n<p>Daripada hari sangatlah morong<br>Dikarang syair seekor burung<br>Sakitnya kasih sudah terdorong<br>Gila merawan segenap lorong<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama mula pungguk merindu<br>Berbunyilah guruh mendayu-dayu<br>Hatinya rawan bercampur pilu<br>Seperti dirilis dengan sembilu<\/p>\n\n\n\n<p>Pungguk bermadah seraya merawan<br>Wahai bulan, terbitlah Tuan<br>Gundahmu tidak berketahuan<br>Keluarlah bulan tercelalah awan<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Syair Kiasan 2<br>Apakah aku hanya bunga pinggiran<br>Yang selalu dianggap tak berkesan<br>Tak seindah melati lambang kesucian<br>Hanya rakyat kecil penuh kehinaan<\/p>\n\n\n\n<p>Aku pula bukan mawar istimewa<br>Yang dikawal duri kemana-mana<br>Cukuplah makan puaskan dahaga<br>Bergaul indah dengan tunawisma<\/p>\n\n\n\n<p>Tak pantas rasanya kumbang nyatakan cinta<br>Pada bunga yang telah mekar sempurna<br>Tapi bagaimana pula hendak dikata<br>Saat rasa suka menjalar di dada<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Berisi Pesan<br>Dilansir dari e-book Be Smart Bahasa Indonesia karya Ismail Kusmayadi, Dini Aida Fitria, dkk, contoh syair berisi pesan adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Berisi Pesan Seorang Ibu<br>Wahai Ananda permata hikmat<br>Tanggung jawabmu hendaklah ingat<br>Berani menanggung sebab akibat<br>Berani berbuat tangan dikebat<\/p>\n\n\n\n<p>Wajah Ananda intan terserlah<br>Bertanggung jawab dalam bertingkah<br>Berani menanggung sakit dan susah<br>Berani mati mempertahankan lidah<\/p>\n\n\n\n<p>Wajah Ananda Bunda berpesan<br>Tanggung jawabmu jangan tinggalkan<br>Sakit dan perih engkau tahankan<br>Aib dan malu engkau tampungkan<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Syair Berisi Pesan Kehidupan<br>Jangan risau dengan cobaan<br>Jangan bersedih karena kesulitan<br>Berdoa saja pada Tuhan<br>Insya Allah Dia kan kabulkan<\/p>\n\n\n\n<p>Ke sekolah luruskan niatmu<br>Tekadkan hati mencari ilmu<br>Tak ada rugi belajar tiap waktu<br>Supaya baik masa depanmu<br>Walau kamu sudah besar<br>Jadilah pribadi yang sabar<br>Agar tetangga tak jadi gusar<\/p>\n\n\n\n<p>3. Contoh Syair Berisi Pesan Untuk ke Sekolah<br>Dengarlah para anak muda<br>Rajinlah belajar sepanjang masa<br>Ilmu tak akan habis dieja<br>Untuk bekal sepanjang usia<\/p>\n\n\n\n<p>Ayo ke sekolah tak perlu malas<br>Belajar yang rajin di masing-masing kelas<br>Jaga sikap jangan jadi orang culas<br>Jangan biarkan hati berubah keras<\/p>\n\n\n\n<p>Ke sekolah luruskan niatmu<br>Tekadkan hati mencari ilmu<br>Tak ada rugi belajar setiap waktu<br>Supaya baik masa depanmu<\/p>\n\n\n\n<p>4. Contoh Syair Berisi Pesan Untuk Orang Kaya dan Miskin<br>Orang kaya jangan suka menghina<br>Karena kaya miskin sama saja<br>Tiada manusia yang hina<br>Karena hidup itu layaknya roda<\/p>\n\n\n\n<p>Yang kaya harusnya keluarkan sedekah<br>Pandang orang yang posisinya di bawah<br>Jangan arahkan kepala menengadah<br>Agar diri tidak tergoda untuk bermewah<\/p>\n\n\n\n<p>5. Contoh Syair Berisi Pesan Untuk Belajar<br>Ilmu akan membuatmu terjaga<br>Dari suramnya waktu serta masa<br>Cemerlang nantinya akan senantiasa<br>Menyinarimu saat masa dewasa<\/p>\n\n\n\n<p>Dunia sekarang begitu maju<br>Jadikan ilmu sebagai pegangan<br>Sebagai benteng agar tidak tertipu<br>Sehingga hidup penuh kebahagiaan<\/p>\n\n\n\n<p>Tuntut ilmu tanpa jemu<br>Tak perlu khawatir kan rugi waktu<br>Pelajaran akan bermanfaat buatmu<br>Tuntun hidup jadi bahagia selalu<\/p>\n\n\n\n<p>6. Contoh Syair Berisi Pesan Persahabatan<br>Jika berteman jangan bergaduh<br>Tak ada gunanya bila bermusuh<br>Jangan lupa bersikap angkuh<br>Karena tersisih membuah hidup keruh<\/p>\n\n\n\n<p>Walau kamu sudah besar<br>Jangan bertutur kata kasar<br>Jadilah pribadi yang sabar<br>Agar tetangga tak jadi gusar<\/p>\n\n\n\n<p>7. Contoh Syair Berisi Pesan Kehidupan 2<br>Manusia hidup di bumi tuk diuji<br>Ditujukan agar jadi yang sejati<br>Demi mendapat derajat yang tinggi<br>Jadi makhluk yang diberkati<\/p>\n\n\n\n<p>Dunia memang indah rupa<br>Wajah manusia jadi terpedaya<br>Pun juga tenggelam karenanya<br>Gegara itu kita harus tetap terjaga<\/p>\n\n\n\n<p>Bencana bukan karena dunia senja<br>Tapi manusia berlaku seenaknya<br>Berbuat kerusakan di mana-mana<br>Hingga alam tak lagi tunjukkan senyumnya<\/p>\n\n\n\n<p>8. Contoh Syair Berisi Pesan Kehidupan 3<br>Jiwa ada untuk bahagia<br>Jiwa juga ada untuk merdeka<br>Dengan begini hanya ikhlas yang ada<br>Berpasrah hanya pada yang Maha Esa<\/p>\n\n\n\n<p>Kita hidup harus ramah<br>Sikap terpuji jangan dipilah<br>Pada siapa pun jangan banyak tingkah<br>Jauhkan hati dari resah<\/p>\n\n\n\n<p>9. Contoh Syair Berisi Pesan Kehidupan 4<br>Aku bangkit dari terpuruk<br>Menunda semua sifat buruk<br>Kerja keras takkan terkutuk<br>Menjadi pelajar yang mabruk<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Bertema Perang dan Kerajaan<br>Dilansir dari e-book Pengantar Sastra Rakyat Mingangkabau karya Dr. Edwar Djamaris, contoh syair bertema perang adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Syair Gampo Alam Dunia<br>Setengah orang mati terhempas<br>Nyawa di badan bagai dikupas<br>Ditimpa batu datang merapas<br>Jadilah mati tidak bernafas<\/p>\n\n\n\n<p>Tulangnya remuk nyatalah pasti<br>Basapiah-sapiah tidak seperti<br>hancur pengarang jantung hati<br>Di Payakumbuh banyaklah mati<\/p>\n\n\n\n<p>Incik dan Tuan boleh ketahui<br>Dalam karangan cerita rawi<br>Kematian orang di tanah Jawi<br>Bukan di kota tanah Betawi<\/p>\n\n\n\n<p>2. Syair Anggun Cik Tunggal<br>Engkaulah orang yang tak bermalu<br>Berbesar hati saja selalu<br>Tidak memikirkan mamak dan ibu<br>Seperti orang tak ada berguru<\/p>\n\n\n\n<p>Nahkoda Raja itu mamakmu<br>Khatib intan juga begitu<br>Hidup matinya belumlah tentu<br>Siang dan malam pakai belenggu<\/p>\n\n\n\n<p>Jikalau kamu ada terpelajar<br>Cobalah cari apa ikhtiar<br>Tempuh lautan pergi berlayar<br>Jangan di dapur saja beredar<\/p>\n\n\n\n<p>3. Syair Cendawan Putih<br>Inilah Syair Cendawan Putih<br>Dengarkan Tuan suatu cerita<br>ceritanya Jawa tanah Indera<br>kerajaan besar tiada terkira<br>namanya Raja Kumala Putra<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa menteri hulubalang di bawanya<br>rakyat tentara sangat ramainya<br>seratus negeri takluk kepadanya<br>termasyhur warta pada masanya<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Berdasarkan Cerita Rakyat<br>Contoh syair berdasarkan cerita rakyat adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Syair Rabab Pesisir Malin Kundang<br>Iyo hikayat Malin Kundang<br>awak layia Bapak bapulang<br>mande lah tingga jo rang bujang<\/p>\n\n\n\n<p>Oi kawan oi<br>o sajak mudo (diek oi) bapaknyo mati<br>iduik Mande mencari kayu api<br>anak dibao pagi-pagi<br>ka dalam rimbo, o, kayu dicari<\/p>\n\n\n\n<p>Pai pagi pulangnyo patang<br>kok untuang dapek bareh gak saganttang<br>Ka pambali lado jo bawang<br>co itu nasib mande Malin Kundang<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Agama<br>Dilansir dari e-book Mengenal Lebih Dekat Puisi Rakyat karya Sri Khairani Lubis, Supriadi, dkk, e-book Pantun Dan Puisi Lama Melayu karya Eko Sugiarto, dan e-paper Pengalamanku karya Askari Xiv, contoh syair agama adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Agama 1<br>Jauhi semua perbuatan jahat<br>Jauhi pula perbuatan maksiat<br>Mari kita segera bertaubat<br>Supaya selamat di dunia akhirat<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lalaikan perintah-Nya<br>Kerjakan yang disuruh-Nya<br>Bertaubatlah kepada-nya<br>Dia pasti menerimanya<\/p>\n\n\n\n<p>Ingatlah pada dosamu<br>Ingatlah akan kelalaianmu<br>Perbaiki hati dan dirimu<br>Tuhan pasti kan menyayangimu<\/p>\n\n\n\n<p>2. Syair Perahu<br>Inilah gerangan suatu madah,<br>mengarangkan syair terlalu indah,<br>membetuli jalan tempat berpindah,<br>di sanalah i&#8217;tikat diperbetuli sudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Wajah muda kenali dirimu,<br>ialah perahu tamsil tubuhmu,<br>tiadalah berapa lama hidupmu,<br>ke akhirat jua kekal diammu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hai muda arif-budiman,<br>hasilkan kemudi dengan pedoman,<br>alat perahumu jua kerjakan,<br>itulah jalan membetuli insan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perteguh jua alat perahumu,<br>hasilkan bekal air dan kayu,<br>dayung pengayuh taruh di situ,<br>supaya laju perahumu itu.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Contoh Syair Agama 3<br>Janganlah engkau berbuat maksiat<br>Janganlah engkau berbuat jahat<br>Segeralah kau bertobat<br>Agar selamat di dunia akhirat<\/p>\n\n\n\n<p>Janganlah engkau bertakabur<br>Perbanyaklah engkau bertafakur<br>Mendapat nikmat harus bersyukur<br>Agar selamat dari siksa kubur<\/p>\n\n\n\n<p>Dunia ini memang tua<br>Sebaiknya jangan untuk huru hara<br>Ibadahlah memohon ampun pada-Nya<br>Sesungguhnya hanya Engkau yang sempurna<\/p>\n\n\n\n<p>4. Contoh Syair Agama 4<br>Bertobatlah setelah melakukan salah<br>Karena kita hanyalah makhluk lemah<br>Bantu kami dan tuntunlah<br>Untuk meraih surga-Mu yang indah<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Bertema Pendidikan<br>Contoh syair mengenai pendidikan adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Pendidikan 1<br>Pendidikan dibuat pilar<br>Agar jadi bangsa nan besar<br>Tapi masalahnya tak kelar-kelar<br>Bak benang kusut berpusar-pusar<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Syair Pendidikan 2<br>Kita saja yang masih kurang<br>Belajar juga masih jarang<br>Masih suka berbuat curang<br>Jangan salahkan siapa-siapa kalau jadi terbelakang<\/p>\n\n\n\n<p>3. Contoh Syair Pendidikan 3<br>Dahulu kita bangsa yang hebat<br>Guru dikirim ke negeri yang jebat<br>Kini faktanya sudah terjulat<br>Anak negeriku ke sana meloncat<\/p>\n\n\n\n<p>4. Contoh Syair Pendidikan 4<br>Sekolah adalah tempat bertemu<br>Dengan segala jenis ilmu<br>Menjadi lebih baik selalu<br>Bertemu teman tidak jemu<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Singkat dan Bermakna<br>Contoh syair singkat namun bermakna adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Singkat dan Bermakna 1<br>Usia bertambah<br>Kedewasaan tidak<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Syair Singkat dan Bermakna 2<br>Cinta buta<br>Untuk bisa melihat dengan jelas,<br>kita hanya butuh kacamata yang pas.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Contoh Syair Singkat dan Bermakna 3<br>Cinta itu saling menyukai<br>Bukannya malah melukai<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Guru<br>Contoh syair guru adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Guru 1<br>Kau mengajarku dengan sabar<br>Merubah kami jadi pintar<br>Bunga ilmu jadi makin mejar<br>Namun tetap ingat akan akar<\/p>\n\n\n\n<p>Kami sering memberi duri<br>Pada ketulusan yang kau beri<br>Niat tetap ajar kami akhlak terpuji<br>HIngga sadar salah diri kami<\/p>\n\n\n\n<p>Sedikitpun aku tak tahu<br>Alangkah congkaknya diriku<br>Berani mencampakkan ilmu<br>Yang kau sampaikan segenap kalbu<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Syair Guru 2<br>Wahai guru, beribu terima kasih<br>Ajarkan ilmu di atas kertas putih<br>Buat hati jadi semakin bersih<br>Hilanglah segenap rasa sedih<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai guru, terima kasih lagi<br>Ajari kami bagaimana hidup nanti<br>Doakan kesuksesan tiap langkah kami<br>Dengan keikhlasan menyelimuti hati<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Jenaka<br>Contoh syair jenaka sebagai hiburan adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Jenaka 1<br>Angin bertiup di kala petang<br>Buruk terlelap di atas batang<br>Mulutnya terbuka matanya bintang<br>Tupai tergeletak berguling gantang<\/p>\n\n\n\n<p>Itik pulang saat petang<br>Ayam bertelur suaranya lantang<br>Kucing malas tidurnya telentang<br>Diinjak tuan naiklah bintang<\/p>\n\n\n\n<p>Singa yang mengaum giginya patah<br>Tak bisa makan daging mentah<br>Gajah minta daun dengan meratah<br>Termakan jelatang muntah-muntah<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Syair Jenaka 2<br>Dengarlah hai adik tentang syair jenaka<br>Hanya sekedar untuk bersuka ria<br>Menghibur hati yang sedang terluka<br>Merubah masam yang ada di muka<\/p>\n\n\n\n<p>Saat terik menahan pukat<br>Hingga petang ikan tak kunjung lekat<br>Angkara yang memerang akan disekat<br>Pak Cikrak malu terlonteh pelikat<\/p>\n\n\n\n<p>Bahagia benar kerbau yang berkubang<br>Lembu tengah melihat hidungnya mengembang<br>Kambing hendak dekat merasa bimbang<br>Biawak tertawa lidah bercabang<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Bertema Kesehatan<br>Contoh syair mengenai kesehatan adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Kesehatan 1<br>Di sana di sini makanan dan minuman ringan<br>Tanpa pikir kau langsung santap<br>Jangan hal ini terus kau biarkan<br>Menjaga kesehatan penting dilakukan<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Syair Kesehatan 2<br>Kesehatan adalah yang utama<br>Kesehatan itu mahal harganya<br>Kalau mau sehat, mulai dari kebersihan<br>Kalau mau sehat, atur pola makan<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Ibu<br>Contoh syair untuk ibu adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Doa Ibu<br>Ibu mengajar kami tiada henti<br>Sepenuh jiwa segenap hati<br>Mendidik kami jadi insan berbudi<br>Mengajari kami tepati janji<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan beri kami kemampuan<br>Mantapkan niat segala perbuatan<br>Tuk membalas pengorbanan<br>Pada ibu dan ayah sekalian<\/p>\n\n\n\n<p>Jadikan ibu agar berbahagia<br>Di semua sisa usianya<br>Dalam segenap hari-harinya<br>Sampai nanti menuju surga<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Bertema Lingkungan<br>Contoh syair bertema lingkungan adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Lingkungan<br>Alam kini telah hampir mati<br>Waktu juga tak lagi peduli<br>Hati manusia makin keras layaknya besi<br>Berdiri angkuh di atas bumi<\/p>\n\n\n\n<p>Saat pagi menjelang<br>Tak heran kicau burung menghilang<br>Langit juga tak tampak tenang<br>Namun nafsu manusia terus menjulang<\/p>\n\n\n\n<p>Alam sudah tak seimbang<br>Penghuni di dalam juga jadi malang<br>Tapi kesadaran tak kunjung datang<br>Hingga bumi mau tak mau mengerang<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Syair Lingkungan 2<br>Musim yang berganti tak teratur lagi<br>Petani sungguh kan merugi<br>Makanan pokok juga kan mati<br>Anak cucu jadi tak bisa menikmati<\/p>\n\n\n\n<p>Semua itu akibat manusia<br>Terhadap alam berbuat semena-mena<br>Tak sadar keturunan kan menderita<br>Karena tak bertanggung jawabnya mereka<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Sejarah<br>Dilansir Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya Wacana Vol. 7 No. 2 yang dikeluarkan oleh Lembaga Untuk Transformasi Sosial (Indonesia), contoh syair sejarah adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Syair Hikayat Puteri Johar Manikam<br>Harganya murah ayuhai akhwan<br>tawar menawar boleh ketahuan<br>tiadalah tinggi wajah bangsawan<br>dengan yang patut Tuan tawarkan<\/p>\n\n\n\n<p>Adat berniaga demikian itulah<br>tawar menawar bukannya salah<br>dengan yang patut Tuan khabarlah<br>dapat ta&#8217;dapat dicobakanlah<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Bertema Persahabatan<br>Contoh syair mengenai persahabatan adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Persahabatan 1<br>Sahabatku yang jauh<br>Hati tetap dekat meski raga jauh<br>Tak mampu belajar angkat sauh<br>Untukmu sahabat, rinduku penuh<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Syair Persahabatan 2<br>Sahabat sejati akan abadi<br>Tak perlu lagi repot dicari<br>Andai kita tak bersua lagi<br>Alangkah hancurnya hati ini<\/p>\n\n\n\n<p>3. Contoh Syair Persahabatan 3<br>Ku sedih, ku berduka<br>Sahabatku kini tak lagi di sisiku<br>Tak lagi membuatku tersenyum<\/p>\n\n\n\n<p>Sahabat, mengapa engkau tinggalkanku?<br>Di saat dirimu pergi, hampa kurasa<br>Aku rindu ketika kau masih menjadi sahabat<br>Kini, tiada lagi yang membuatku tertawa<\/p>\n\n\n\n<p>4. Contoh Syair Persahabatan 4<br>Tak hanya suka, mari berbagi duri<br>Aku siap &#8216;tuk selalu ada di sisi<br>Tak perlu lagi ragu untuk datangi<br>Mari bersama senangkan hati<\/p>\n\n\n\n<p>5. Contoh Syair Persahabatan 5<br>Bila lain waktu kita bertemu<br>Dan kau telah bersama kawan baru<br>Janganlah lupakan aku<br>Tetap kenang masa lalu<\/p>\n\n\n\n<p>Andai saja engkau tahu<br>Engkau layaknya bayanganku<br>Menemaniku setiap waktu<br>Baik senang maupun susahku<\/p>\n\n\n\n<p>6. Contoh Syair Persahabatan 6<br>Masih mencuat manis angan dan gaduh masa itu<br>Masa di mana kita berkeluh kesah,<br>bersenda gurau berteman<br>Tatkala khayal berselimut rindu ini bersenyap datang<br>Masihkah mungkin bersua riang manapak jalanku?<\/p>\n\n\n\n<p>Pernah jadi musuh, teman, sampai sahabat dalam hari<br>Merangkur arti mana riak merias diri<\/p>\n\n\n\n<p>7. Contoh Syair Perpisahan 7<br>Sahabatku yang selalu hadir<br>Dalam setiap ujian takdir<br>Tetap ditempuh badai petir<br>Menghadirkan senyum yang terukir<\/p>\n\n\n\n<p>Wajah sahabatku di setiap waktu<br>Kini kita sudah jarang bertemu<br>Sibuk urusan diri pun jemu<br>Kudoakan selalu dalam sujudku<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Negara<br>Dilansir dari e-paper yang diunggah oleh Nur Azizah Ahmad melalui situs scribd.com, contoh syair mengenai negara adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Syair Negara 1<br>Memanda menteri punya kata<br>Satu Malaysia punya cerita<br>Rakyat semua diberi pertama<br>Pencapaian terbaik diberi utama<\/p>\n\n\n\n<p>Rakyat damai ramainya bangsa<br>Melayu, Peribumi, CIna, dan India<br>Mari kita semua bersama<br>Membangun negara tercinta<\/p>\n\n\n\n<p>Semua rakyat mesti bersama<br>Membina satu bangsa<br>Tunjukkan kepada seantero dunia<br>Kita mampu maju bersama<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Syair Melayu<br>Dilansir dari e-paper Revitalisasi Naskah Syair: Sebuah Solusi dalam Pengembangan Kreativitas Mahasiswa untuk Mencintai Budaya Lokal karya Tuti Andriani, contoh syair Melayu adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Syair Tenas Effendy<br>Wahai Ananda mustika Ayah<br>Dalam beriman janganlah goyah<br>Betulkan akal luruskan langkah<br>Memohon petunjuk kepada Allah<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai Ananda buah hati Bunda<br>Berpeganglah teguh kepada agama<br>Beramalah engkau sehabis daya<br>Supaya selamat dari neraka<\/p>\n\n\n\n<p>Wajah Ananda Bunga Idaman<br>Kenang olehmu ayah berpesan<br>Berlaku adil janganlah segan<br>Bersikap benar janganlah enggan<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah dia kumpulan contoh syair dari berbagai tema yang penuh makna. Dari seluruh contoh di atas, syair mana yang jadi kesukaanmu?<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8211; Syair merupakan salah satu bentuk karya sastra yang kini banyak digemari masyarakat luas, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Menurut e-book Ensiklopedia Perkembangan Bahasa Indonesia: Kesusastraan Indonesia karya Yunus Syam, dkk, syair adalah puisi atau karangan yang berbentuk cerita dan sangat mementingkan irama sajak yang terkandung di dalamnya.Syair ini hampir mirip sebenarnya dengan puisi,<\/p>\n<div><a class=\"btn-filled btn\" href=\"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/2023\/01\/19\/50-contoh-syair-berbagai-tema-dan-penuh-makna-lengkap\/\" title=\"50 Contoh Syair Berbagai Tema dan Penuh Makna, Lengkap!\">Read More<\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590"}],"collection":[{"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=590"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":592,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590\/revisions\/592"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}