{"id":596,"date":"2023-01-19T02:55:54","date_gmt":"2023-01-19T02:55:54","guid":{"rendered":"http:\/\/aghis.sch.id\/?p=596"},"modified":"2023-01-19T02:55:54","modified_gmt":"2023-01-19T02:55:54","slug":"15-contoh-karya-ilmiah-lengkap-beserta-strukturnya","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/2023\/01\/19\/15-contoh-karya-ilmiah-lengkap-beserta-strukturnya\/","title":{"rendered":"15 Contoh Karya Ilmiah Lengkap beserta Strukturnya"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"700\" height=\"395\" src=\"http:\/\/aghis.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-jurnal-cek-infonya-di-sini_169.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-597\" srcset=\"http:\/\/aghis.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-jurnal-cek-infonya-di-sini_169.jpeg 700w, http:\/\/aghis.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-jurnal-cek-infonya-di-sini_169-300x169.jpeg 300w, http:\/\/aghis.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-jurnal-cek-infonya-di-sini_169-206x116.jpeg 206w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>&#8211; Jika Anda seorang pelajar atau mahasiswa, pasti sudah familiar dengan karya tulis ilmiah. Dalam karya ilmiah terkandung data, fakta dan solusi mengenai suatu masalah yang didukung dengan teori-teori ahli dan penelitian sebelumnya. Penulisannya tidak bisa sembarangan, harus dibuat secara runtut dan sistematis.<br>Penulisan karya ilmiah identik dengan waktu pengerjaan yang lama, halaman yang tebal, teknik analisis yang rumit serta penelitian yang tak ada habisnya. Padahal, membuat karya tulis ilmiah tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan kita mengerti pedomannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda masih kebingungan, detikcom sudah merangkum contoh karya tulis ilmiah yang bisa kamu gunakan. Baca artikel ini sampai habis, ya!<\/p>\n\n\n\n<p>Pengertian Contoh Karya Ilmiah<br>Menurut KBBI, karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah, berdasarkan data dan fakta (observasi, eksperimen, kajian pustaka).<\/p>\n\n\n\n<p>Ada berbagai macam jenis karya ilmiah, seperti makalah, artikel, laporan akhir, naskah publikasi, skripsi, tesis, disertasi serta laporan penelitian. Tentunya, karya ilmiah bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain, meliputi perbedaan cara penyajian, jumlah halaman, tingkat keilmiahan, kedalaman analisis, dan keragaman variabelnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi Karya Tulis Ilmiah<br>Mengutip Dwi Budiyanto dalam makalah berjudul Mengenal Karya Ilmiah, ada beberapa manfaat atau fungsi penulisan karya ilmiah, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Sarana untuk Menyimpan Gagasan<br>Sebagai penulis, kita ingin pemikiran dan gagasan kita dapat diketahui dan berguna untuk orang lain. Namun, hal tersebut cukup sulit disampaikan karena manusia memiliki kemampuan mengingat yang terbatas. Menulis tentunya lebih efektif untuk menjabarkan pemikiran. Selain itu, informasi dan gagasan lebih mudah untuk dicari hubungannya.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Sarana Pengembangan Pemikiran<br>Karya tulis ilmiah harus ditulis berdasarkan sumber akurat, baik dari teori-teori ahli atau penelitian sebelumnya. Maka dari itu, seorang penulis karya ilmiah harus melakukan eksplorasi secara mendalam mengenai sumber yang ingin digunakan. Saat tahap eksplorasi inilah yang memungkinkan penulis untuk mengembangkan ide dan pemikirannya sendiri dengan melihat perspektif dari teori atau peneliti lain.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Sarana Komunikasi<br>Dalam menulis karya ilmiah dibutuhkan keterampilan untuk menyusun kata-kata. Tidak hanya menjabarkan suatu masalah dengan jelas, penulis juga harus mampu menulis dengan kata-kata yang mudah dimengerti. Selain itu, ketelitian penulis juga dilatih karena harus menyatukan konsep dari beberapa sumber yang berserakan.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Sarana untuk Menyikapi Suatu Masalah<br>Sebagai penulis, sebisa mungkin kita tidak bersikap bias. Sepatutnya kita menyikapi masalah dalam karya tulis secara objektif dan terbuka untuk menerima perspektif yang berbeda-beda. Pandangan yang objektif juga memungkinkan kita untuk mendapatkan solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Sarana untuk Menemukan Kesenjangan Pemahaman<br>Kesenjangan dalam pemahaman dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan terhadap suatu masalah. Maka dari itu, riset adalah bagian penting dari penulisan karya ilmiah agar penulis bisa mengisi kesenjangan tersebut. Dengan adanya kesulitan tersebut, penulis diminta untuk memahami suatu masalah, konsep, atau teori.<\/p>\n\n\n\n<p>Struktur Karya Ilmiah<br>Struktur karya tulis ilmiah tidak memiliki aturan baku, tergantung dari jenis karya ilmiah yang ingin ditulis. Namun, mengutip dari buku Penulisan Karya Ilmiah yang disusun oleh Dra. Zulmiyetri, M.Pd., struktur karya ilmiah yang umum digunakan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Halaman Judul<br>Halaman judul adalah halaman pertama dalam karya tulis ilmiah yang meliputi judul, logo, nama penyusun\/identitas, nama instansi, nama kota instansi berada, dan tahun penyusunan.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Abstrak<br>Abstrak adalah suatu ringkasan karya tulis ilmiah yang memiliki 250 hingga 400 kata. Isinya terdiri dari latar belakang, metode penelitian sampai hasil penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Pendahuluan<br>Bagian pendahulan adalah bab 1 pada karya tulis ilmiah, mencakup latar belakang masalah, tujuan penelitian serta manfaat penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Latar belakang masalah<\/p>\n\n\n\n<p>Latar belakang masalah adalah uraian alur pikir tentang kesenjangan atau permasalahan penelitian. Sebelum membuat latar belakang, penulis harus memikirkan urgensi dan fenomena yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Rumusan masalah<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dirumuskan masalah yang ingin dipecahkan. Dengan mempertimbangkan keterbatasan dana, tenaga dan waktu, perlu dilakukan pembatasan masalah karena tidak semua masalah dapat diteliti.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Tujuan penelitian<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan rumusan masalah tersebut, barulah tujuan penelitian dapat dibuat. Singkatnya, tujuan penelitian adalah kalimat pernyataan dari rumusan masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Manfaat penelitian<\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat penelitian harus dilihat dari beberapa sudut pandang. Misalnya, manfaat bagi penulis, instansi terkait dan pengembangan ilmu.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Kerangka Teori<br>Kerangka teori biasanya berisi deskripsi teori, telaah penelitian sebelumnya, kerangka berpikir dan hipotesis penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Metode Penelitian<br>Pada metode penelitian dijelaskan lebih rinci mengenai cara penelitian yang akan dilakukan. Metode penelitian terbagi menjadi beberapa sub bab, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Definisi Operasional Variabel (DOV)<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam menjelaskan DOV kita harus menentukan variabel bebas dan variabel terikat. Selain itu, tambahkan juga sub-variabel, indikator dan teori yang mendukung.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Populasi dan sampel<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam menentukan populasi harus disebutkan berapa cakupan populasi penelitian, apakah bisa ditentukan atau jumlah tak terhingga. Sementara, sampel adalah bagian dari populasi yang bisa dicari menggunakan teknik pengambilan sampel.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Jenis dan sumber data<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bagian ini, jelaskan data yang digunakan untuk penelitian. Misalnya, observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Teknik analisis data<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bagian ini jelaskan lebih rinci teknik analisis yang akan digunakan. Misalnya, analisis deskriptif atau analisis inferensial.<\/p>\n\n\n\n<p>6. Hasil Pembahasan<br>&#8211; Gambaran umum<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bagian ini menjelaskan gambaran umum tentang topik atau lokasi penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Hasil penelitian<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian ini menjelaskan lebih detail mengenai temuan yang diperoleh. Misalnya, hasil observasi, wawancara atau kuisioner.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Uji hipotesis<\/p>\n\n\n\n<p>Uji hipotesis adalah langkah untuk menguji pernyataan secara statistik dan untuk menarik kesimpulan, apakah pernyataan tersebut diterima atau ditolak.<\/p>\n\n\n\n<p>7. Penutup<br>Penutup adalah bagian paling akhir dari karya tulis ilmiah. Biasanya meliputi dua hal, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Kesimpulan<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, simpulan adalah ringkasan dari hasil penelitian. Simpulan ini harus dibuat selaras dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Saran<\/p>\n\n\n\n<p>Saran adalah rekomendasi atau dari peneliti kepada pihak untuk memperbaiki masalah pada penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>Ciri-ciri Karya Ilmiah<br>Setelah mengetahui strukturnya, karya ilmiah jua memiliki ciri-ciri tertentu. Ci-ciri karya ilmiah antara lain:<\/p>\n\n\n\n<p>Penulisannya sistematis dan terstruktur.<br>Ditulis berdasarkan penalaran yang logis.<br>Didukung oleh data objektif yang sudah teruji kebenarannya.<br>Argumentasi teori harus relevan.<br>Mengaitkan argumentasi empiris dengan teoretis.<br>Contoh Karya Ilmiah yang Populer Berbagai Tema<br>Supaya lebih mengerti, inilah contoh karya ilmiah dengan berbagai tema yang sudah detikcom rangkum dari berbagai sumber.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Pembelajaran secara online menjadi tantangan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Terutama perihal akses internet dan alat elektronik. Hal ini menjadi suatu masalah bagi beberapa pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana solusi kesulitan belajar online bagi dunia pendidikan?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui solusi kesulitan belajar online bagi dunia pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>d. Manfaat Penelitian<br>Diharapkan dapat memberi solusi untuk menyelesaikan kesulitan belajar online bagi dunia pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Pembahasan<br>a. Pembelajaran Online<br>Pembelajaran secara online (daring) memang lebih unggul dalam fleksibilitas waktu dan tempat. Namun, tidak semua orang mampu belajar secara online.<br>b. Faktor Penghambat Belajara Online<br>Ada beberapa faktor yang menghambat belajar online, antara lain jaringan yang lambat, kuota yang mahal, serta device yang tidak tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Penutup<br>Tantangan pembelajaran online adalah keterbatasan sinyal, harga kuota internet yang mahal dan minim sarana dan prasaran. Disarankan pemerintah dan pihak sekolah memberikan solusi agar proses belajar dapat dilakukan secara offline.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Contoh Karya Ilmiah Tentang Kesehatan<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Virus Corona merupakan jenis virus baru yang kini tengah menggemparkan<br>dunia. Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru, terutama di pasar. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di pasar tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana upaya pencegahan penularan Covid-19 di Pasar Tradisional?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui upaya pencegahan penularan Covid-19 di Pasar Tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat Penelitian<br>Diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pencegahan Covid-19 di pasar tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Kerangka Teori<br>a. Pengertian Pasar<br>Pasar adalah sebuah proses yang melaluinya para pembeli dan penjual.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Pandemi Covid-19<br>Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe actuate respiratory syndrome coronavirus 2 ( SARS-CoV-2).<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Metode Penelitian<br>a. Populasi dan Sampel<br>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang yang berada di Pasar Badung sebanyak 332 orang. Sampel berjumlah 75 ditentukan menggunakan rumus Notoadmojo.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Jenis dan Sumber Data<br>Untuk mendapatkan data primer maka dilakukan observasi, wawancara dan kuisioner. Sementara data sekunder dari petugas pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB IV<br>Hasil Pembahasan<br>a. Gambaran umum<br>Pasar Badung adalah pasar tradisional terbesar di Bali dengan konsep yang modern. Pasar ini menjual berbagai macam makanan ringan, daging olahan,sembako, dan lain lain.<br>b. Hasil penelitian<br>Hasil penelitian menunjukan bahwa 60 dari 75 pedagang sudah menaati protokol kesehatan covid-19 dengan memakai masker, sementara yang lainnya belum.<br>c. Uji hipotesis<br>Berdasarkan data dari tabel, upaya yang dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 di pasar Badung adala dengan menjag ajarak antar toko.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB V<br>Penutup<br>Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa cara yang digunakan untuk mencegah penularan covid-19 di pasar Badung adalah memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Contoh Karya Ilmiah Tentang COVID-19<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Virus Corona merupakan jenis virus baru yang kini tengah menggemparkan<br>dunia. Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan<br>COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru, terutama di pasar. Penerapan 4M sangat diperlukan dalam upaya pencegahan penularan covid-19. Berdasarkan latar belakang diatas maka, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di pasar tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana upaya pencegahan penularan Covid-19 di Pasar Tradisional?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui upaya pencegahan penularan Covid-19 di Pasar Tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>d. Manfaat Penelitian<br>Diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pencegahan Covid-19 di pasar tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Kerangka Teori<br>a. Pengertian Pasar<br>Pasar adalah sebuah proses yang melaluinya para pembeli dan penjual<\/p>\n\n\n\n<p>b. Pandemi Covid-19<br>Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe actuate respiratory syndrome coronavirus 2 ( SARS-CoV-2).<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Metode Penelitian<br>a. Populasi dan Sampel<br>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang yang berada di Pasar Badung sebanyak 332 orang. Sampel berjumlah 75 ditentukan menggunakan rumus Notoadmojo.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Jenis dan Sumber Data<br>Untuk mendapatkan data primer maka dilakukan observasi, wawancara dan kuisioner. Sementara data sekunder dari petugas pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB IV<br>Hasil Pembahasan<br>a. Gambaran umum<br>Pasar Badung adalah pasar tradisional terbesar di Bali dengan konsep yang modern. Pasar ini menjual berbagai macam makanan ringan, daging olahan,sembako, dan lain lain.<br>b. Hasil penelitian<br>Hasil penelitian menunjukan bahwa 60 dari 75 pedagang sudah menaati protokol kesehatan covid-19 dengan memakai masker, sementara yang lainnya belum.<br>c. Uji hipotesis<br>Berdasarkan data dari tabel, upaya yang dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 di pasar Badung adala dengan menjaga jarak antar toko.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB V<br>Penutup<br>Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa cara yang digunakan untuk mencegah penularan covid-19 di pasar Badung adalah memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Contoh Karya Ilmiah Tentang Lingkungan<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Suatu bangunan yang dapat dikatakan andal adalah jika bangunan tersebut tahan gempa. Tetapi untuk saat ini masih banyak bangunan yang tidak memenuhi kriteria tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana cara mengurangi kerusakan bangunan saat bencana?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Manfaat Penelitian<br>Untuk mengetahui cara mengurangi kerusakan bangunan saat bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Kajian Teori<br>a. Bangunan yang Andal<br>Pesyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam bangunan gedung meliputi aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Pembahasan<br>a. Bangunan Tahan Gempa<br>Gempa bumi tidak dapat di prediksi sehingga dengan mengetahui potensi<br>kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi kita harus mempelajari bentuk gempa bumi yang terjadi sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Bangunan Siaga Kebakaran<br>Bangunan siaga kebakaran dilengkapi dengan material siaga kebakaran, seperti alat semprot.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB IV<br>Penutup<br>Dari penjelasan di atas kita dapat mengetahui pentingnya memperhatikan lingkungan terlebih dahulu sebelum didirikan sebuah bangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Contoh Karya Ilmiah Tentang Sosial<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Kondisi ekonomi orang tua siswa tentunya akan memudahkan siswa dalam menjalani pendidikan, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana belajar, yang akan memudahkan dan membantu pihak sekolah untuk peningkatan proses belajar mengajar.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Adakah pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua dengan hasil belajar siswa?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua dengan hasil belajar siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Pembahasan<br>a. Peranan Keluarga terhadap Perkembangan Anak<br>Peranan keluarga angat penting dalam tumbuh kembang anak, bukan hanya dari segi materiil, namun juga kasih sayang.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Kondisi Ekonomi Keluarga<br>Keadaan sosial ekonomi keluarga memiliki peranan terhadap perkembangan anak. Keluarga dengan keadaan ekonomi yang cukup lebih memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan bakatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Simpulan<br>Hasil belajar siswa yang masih kurang, perlu ditingkatkan dengan cara melengkapi failitas dan sarana belajar.<\/p>\n\n\n\n<p>6. Contoh Karya Ilmiah Tentang Ekonomi<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Kondisi ekonomi keluarga sangat berpengarh terhadap tumbuh kembang anak, termasuk status gizi balita. Keluarga dengan ekonomi yang mapan akan lebih mampu memenuhi kebutuhan pangan anak.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana pengaruh status ekonomi keluarga terhadap gizi balita?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui pengaruh status ekonomi keluarga terhadap gizi balita.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Pembahasan<br>a. Hubungan Status Ekonomi Keluarga dengan Gizi Balita<br>Mengingat kebutuhan yang semakin mahal, termasuk makanan balita, banyak keluarga yang mengurangi porsi dan menu makanan balita. Serta, para orangtua yang kurang edukasi soal gizi anak.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Penutup<br>Diharapkan pemerintah atau pengurus daerah setempat dapat memperhatikan keluarga yang kurang mampu memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ini semua juga demi masa depan generasi muda yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>7. Contoh Karya Ilmiah Tentang Bahasa Indonesia<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Sebagai bahasa nasional, Bahasa Indonesia menjadi identitas masyarakat Indonesia. Maka dari itu, pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sangat penting untuk diterapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Pembahasan<br>a. Hubungan Pendidikan Karakter dengan Bahasa Indonesia<br>Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terdapat nilai-nilai pendidikan karakter seperti kejujuran, sopan santun, dan sikap rasional.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Penutup<br>Perencanaan pengajaran bahasa yang terpadu dan sinergis perlu diupayakan terutama saat masih kanak-kanak, sehingga pembelajaran nilai-nilai yang diberikan lebih maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>8. Contoh Karya Ilmiah Tentang Teknologi<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Berbagai upaya yang dilakuakan belum mampu mengantisipasi kemacetan. Salah satu fasilitas memungkinkan untuk dikembangkan fungsinya adalah running text yang diharapkan dapat memberi informasi bagi pengendara untuk menghindari kemacetan.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana pengaruh running text dalam mengatasi kemacetan lalu lintas?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui pengaruh running text dalam mengatasi kemacetan lalu lintas.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Pembahasan<br>Running text merupakan salah satu alternatif untuk mengantisipasi kemacetan dengan biaya murah dan hanya perlu memanfaatkan sarana yang sudah ada.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Penutup<br>Diperlukan adanya kerjasama dari pemerintah untuk segera menerapkan solusi ini sebelum keadaan bertambah parah.<\/p>\n\n\n\n<p>9. Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan di SD<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Bullying sering terjadi di sekolah dasar. Terlepas dari sifat anak-anak yang masih belum mengerti tentang hal tersebut, guru sebagai orangtua murid di sekolah wajib memiliki pengetahuan tentang bullying.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana hubungan pengetahuan guru tentang bullying dengan tingkat bullying di sekolah?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penlitian<br>Untuk mengetahui hubungan pengetahuan guru tentang bullying dengan tingkat bullying di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Tinjauan Pustaka<br>a. Konsep Bullying Pada Anak<br>Bullying adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang maupun sekelompok orang, baik dalam bentuk verbal maupun fisik.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Metode Penelitian<br>a. Populasi dan Sampel<br>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh guru di SD Angkasa sebanyak 52 orang. Seluruh populasi tersebut dijadikan sampel penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Jenis dan Sumber Data<br>Untuk mendapatkan data primer maka dilakukan observasi, wawancara dan kuisioner. Sementara data sekunder dari salah satu siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB IV<br>Hasil Pembahasan<br>a. Hasil penelitian<br>Hasil penelitian menunjukan bahwa 50 dari 52 guru sudah mengetahui bahaya bullying pada anak sekolah dasar.<br>b. Uji hipotesis<br>Berdasarkan data dari tabel, upaya yang dilakukan untuk mencegah bullying adalah diadakan konseling dimana anak bisa bercerita mengenai permasalahannya di sekolah maupun di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB V<br>Penutup<br>Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam menghentikan pertegkaran dan perundungan antar siswa. Diharapkan kedepannya guru dapat memperhatikan kembali gerak-gerik siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>10. Contoh Karya Ilmiah Tentang Kemerdekaan<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Bagi masyarakat Indonesia, proklamasi memiliki arti kebebasan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan. Terdapat perbedaan sikap antara golongan tua dan muda. Perbedaan itu membuat para pejuang nasionalis Indonesia bekerja semakin keras.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana perjuangan tokoh proklamator dalam kemerdekaan Indonesia?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui perjuangan tokoh proklamator dalam kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Pembahasan<br>a. Peristiwa Rengasdengklok<br>Peristiwa Rengasdengklok yang terjadi sebelum kemerdekaan adalah peristiwa bersejarah bagi masyarakat Indonesia. Peristiwa ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara golongan muda dan tua.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Penutup<br>Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan usaha dari pahlawan kita, bukan pemberian Jepang. Maka dari itu, sebagai rakyat yang baik hendaknya kita lebih menghargai perjuangan para pahlawan.<\/p>\n\n\n\n<p>11. Contoh Karya Ilmiah Tentang Sekolah<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Kondisi lingkungan hidup SMA Angkasa yang mulai menurun kualitasnya, salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pegawai. Kualitas lingkungan hidup adalah salah satu tanggungjawab duta lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana peran duta lingkungan di sekolah?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui peran duta lingkungan di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Kajian Pustaka<br>a. Duta Lingkungan<br>Duta lingkungan adalah relawan yang dibentuk untuk melihat permasalahan yang ada di sekolah. Duta lingkungan berasal dari siswa\/i perwakilan kelas untuk memotivasi siswa lain agar peduli terhadap lingkungan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Metode Penelitian<br>a. Populasi dan Sampel<br>Populasi dalam penelitian ini adalah 60 anggota duta lingkungan, dengan sampel sebanyak 30 siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Jenis dan Sumber Data<br>Untuk mendapatkan data primer maka dilakukan observasi, wawancara dan kuisioner. Sementara data sekunder dari salah satu siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB IV<br>Hasil Pembahasan<br>a. Hasil penelitian<br>Hasil penelitian menunjukan bahwa 50 dari 60 duta linkungan sudah menjalani tugas-tugasnya dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Uji hipotesis<br>Berdasarkan data dari tabel, program bersih-bersih sekolah adalah yang paling diminati siswa\/i di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB V<br>Penutup<br>Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa duta sekolah berpengaruh penting dalam kebersihan lingkungan di sekolah. Namun, untuk meningkatkan skill, pihak sekolah perlu memberikan pelatihan kepada duta-duta sekolah dan merencanakan program yang lebih menarik lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>12. Contoh Karya Ilmiah Remaja<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Globalisasi budaya K-Pop atau berhasil mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia, termasuk remaja Indonesia. Budaya Korea yang semakin populer ini memiliki dampak baik dan juga dampak buruk.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Apa dampak musik korea (K-pop) terhadap remaja?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui dampak musik korea (K-pop) terhadap remaja.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Pembahasan<br>a. Dampak Positif K-Pop terhadap Remaja<br>Remaja secara tidak langsung dapat mempelajari budaya Korea, termotivasi sukses agar bisa bertemu sang idola, lebih ceria dan bersemangat, serta memiliki tokoh inspiratif.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Dampak Negatif K-Pop terhadap Remaja<br>Mengurangi konsentrasi belajar, ketagihan menonton sampai lupa waktu, semakin ketergantungan pada gadget, dan lebih menyukai budaya luar dari pada budaya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Penutup<br>Menyukai budaya negara lain sebenarnya tidak masalah. Namun, diperlukan pengawasan dari orang tua agar K-Pop tidak mengongtrol hidup anak mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>13. Contoh Karya Ilmiah Tentang Psikologi<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Anak adalah korban yang paling terluka ketika orangtuanya berpisah. Perceraian orangtua dapat berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah dan anak lebih senang menyendiri<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana dampak perceraian orangtua terhadap psikologi anak?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui dampak perceraian orangtua terhadap psikologi anak.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Pembahasan<br>a. Pengaruh Keutuhan Keluarga terhadap Anak<br>Keutuhan sebuah keluarga sangat berpengaruh terhadapa rasa percaya diri dan kepercayaan anak terhadap diri sendiri dan orang lain. Wwalaupun tidak bisa disamaratakan, anak dari keluarga yang tidak stabil dikhawatirkan lebih mudah terjerumus dalam hal-hal negatif.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Penutup<br>Perceraian memiliki pengaruh besar terhadap psikologis anak. Apalagi jika hubungan kedua orangtua setelah bercerai tidak baik, maka anak akan merasa kekurangan rasa aman dan kasih sayang dari ayah dan ibunya.<\/p>\n\n\n\n<p>14. Contoh Karya Ilmiah Tentang Pariwisata<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Sejak akhir tahun 2021, tempat wisata mulai dibuka kembali, salah satunya adalah Garuda Wisnu Kencana yang mulai dikunjungi turis asing. Namun, pandemi covid-19 dapat mempengaruhi motivasi wisatawan saat ingin berwistaa ke Bali<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana pengaruh pandemi covid-19 terhadap motivasi wistawan yang berkunjung ke GWK?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui pengaruh pandemi covid-19 terhadap motivasi wistawan yang berkunjung ke GWK.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Pembahasan<br>a. Pengaruh Pandemi terhadap Motivasi Berkunjung<br>Setelah tidak bisa berwisata dalam waktu yang lama, motivasi turis asing yang berkunjung ke GWK adalah untuk escape atau melarikan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Penutup<br>Mengingat semakin bertambahnya turis asing maupun lokal yang berkunjung ke GWK, pihak GWK diharapkan bisa meningkatkan fasilitas, sarana dan prasarana.<\/p>\n\n\n\n<p>15. Contoh Karya Ilmiah Tentang Marketing<br>BAB I<br>Pendahuluan<br>a. Latar Belakang<br>Permintaan oleh-oleh di Bali dari tahun ke tahun semaki meningkat, mengingat semakin tingginya kunjungan wisatawan. Toko oleh-oleh di Erlangga di Denpasar harus mampu bersaing dengan toko oleh-oleh lain di Bali, salah satunya dengan menerapkan 4P Marketing Mix.<\/p>\n\n\n\n<p>b. Rumusan Masalah<br>Bagaimana pengaruh marketing mix terhadap keputusan pembelian di toko Erlangga?<\/p>\n\n\n\n<p>c. Tujuan Penelitian<br>Untuk mengetahui pengaruh marketing mix terhadap keputusan pembelian di toko Erlangga.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB II<br>Tinjauan Pustaka<br>a. Marketing Mix<br>Marketing mix atau juga dikenal dengan istilah bauran pemasaran mengacu pada serangkaian strategi yang digunakan oleh perusahaan dalam mempromosikan jasa atau produk yang mereka jual di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB III<br>Metode Penelitian<br>a. Hasil penelitian<br>Hasil wawancara menunjukan bahwa pihak toko Erlangga terus melakukan inovasi produk dan diskon harga supaya pengunjung tertarik untuk membeli oleh-oleh.<br>b. Uji hipotesis<br>Berdasarkan data dari tabel, produk adalah variabel yang paling berpengaruh dengan keputusan pembelian. Produk di Erlangga sudah sangat menarik dan inovatif.<\/p>\n\n\n\n<p>BAB IV<br>Penutup<br>Dari penjelasan di atas kita dapat mengetahui bahwa marketing mix 4P berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara variabel yang paling berpengaruh adalah produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Membuat karya tulis ilmiah tidak terlalu sulit, kan? Sebagai bahan inspirasi, Anda bisa menggunakan contoh karya tulis ilmiah di atas. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8211; Jika Anda seorang pelajar atau mahasiswa, pasti sudah familiar dengan karya tulis ilmiah. Dalam karya ilmiah terkandung data, fakta dan solusi mengenai suatu masalah yang didukung dengan teori-teori ahli dan penelitian sebelumnya. Penulisannya tidak bisa sembarangan, harus dibuat secara runtut dan sistematis.Penulisan karya ilmiah identik dengan waktu pengerjaan yang lama, halaman yang tebal, teknik<\/p>\n<div><a class=\"btn-filled btn\" href=\"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/2023\/01\/19\/15-contoh-karya-ilmiah-lengkap-beserta-strukturnya\/\" title=\"15 Contoh Karya Ilmiah Lengkap beserta Strukturnya\">Read More<\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/596"}],"collection":[{"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=596"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/596\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":598,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/596\/revisions\/598"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=596"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=596"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/aghis.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=596"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}