PENDIDIKAN MORAL ATAU AKHLAK; MEMBANGUN LANDASAN BUDAYA

Pendidikan Islam pada intinya adalah wahana pembentukan manusia yang moralitas tinggi. Di dalam ajaran Islam, moral atau akhlak tidak dapat dipisahkan dari keimanan. Keimanan merupakan pengakuan hati. Akhlak adalah pantulan iman yang berupa perilaku, ucapan, dan sikap atau dengan kata lain akhlak adalah amal saleh. Iman adalah maknawi (abstrak) sedangkan akhlak adalah bukti keimanan  dalam bentuk perbuatan yang dilakukan dengan kesadaran dan karena Allah semata.

Berkaitan dengan pernyataan di atas bahwa akhlak tidak akan terpisah dari keimanan, dalam al-Qur’an juga sering dijelaskan bahwa setelah ada pernyataan “orang-orang yang beriman,” maka langsung diikuti oleh “beramal saleh.” Dengan kata lain, amal saleh adalah manifestasi akhlak yang merupakan perwujudan dari keimanan seseorang. Pemahaman moralitas dalam bahasa aslinya dikenal dengan dua istilah yaitu al akhlak al karimah dan al akhlak al mahmudah. Keduanya memiliki pemahaman yang sama yaitu akhlak yang terpuji dan mulia, semua prilaku baik, terpuji, dan mulia yang diridhoi Allah SWT.

SMP IT Al-Ghazali Islamic Boarding School para santri dibekali dengan hafalan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup membangun santri madani, dengan mengedepankan pemahaman moralitas yang tinggi sebagai penunjang kehidupan milenium di abad 21. Dalam kata lain, sekolah membentuk lulusan yang handal dalam semua aspek, baik dari segi dunia dan akhirat. Duniawi, mereka dibekali dengan berbagai macam kemampuan yang dimiliki seperti Bahasa, IT, keterampilan/skill, dan Entrepreneur sebagai cikal bakal mereka di masanya.  Dengan didokrinisasi agama (akhlak) bahwa itu semua bukan tujuan hidup akan tetapi itu semua sebagai alat untuk menuju kesuksesan abadi (akhirat).

Setelah memahami dan menghayati akhlak yang mulia, selanjutnya perlu usaha yang sungguh-sungguh menerapkannya  dalam kehidupan sehari-hari agar membudaya. Semua proses ini  yang paling strategis adalah melalui pendidikan, SMP IT Al-Ghazali Islamic Boarding School dalam konteks ini terus berusaha dan berfikir  agar selalu mengedepankan pendidikan yang bernuansa Islami.

Oleh : Ahmad Fauzi M., S.Pd.I (Wakasek Kesiswaan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *